DOGIYAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Pemerintah Kabupaten Dogiyai melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyerahkan bantuan Belanja Tak Terduga (BTT) bagi korban kebakaran yang melanda Kampung Putapa dan Megaikebo, Distrik Mapia Tengah, Kabupaten Dogiyai. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, pada acara di Putapa, Distrik Mapia Tengah, (09/10).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Dogiyai, Matias Goo, menyampaikan pihaknya bersama Bupati secara langsung turun ke Kampung Putapa untuk melakukan penyerahan bantuan kepada warga.
“Kami hari ini turun ke Kampung Putapa untuk menyerahkan bantuan bagi korban bencana kebakaran rumah ibadah dan rumah warga, bersama Bupati Kabupaten Dogiyai,” ujar Goo.
Dijelaskannya, kebakaran tersebut menghanguskan dua rumah ibadah, satu di Megaikebo berupa Gereja Kemah Injil (KINGMI) dan satu lagi di Putapa yaitu Gereja Katolik santa Magdalena, serta sejumlah rumah warga.
Penyerahan bantuan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, bantuan diserahkan secara simbolis kepada beberapa perwakilan warga.
“Dana Belanja Tak Terduga (BTT) yang kami serahkan melalui BPBD, yang diserahkan tadi oleh Bapak Bupati, kami berharap mereka memanfaatkan dana itu sebaik-baiknya,” kata Goo.
Ia menegaskan bahwa yang menerima manfaat bukan hanya pengurus rumah ibadah, melainkan seluruh umat. Dana tersebut diharapkan digunakan untuk membangun kembali rumah ibadah dan rumah warga yang terbakar.
“Kami berharap mereka benar-benar membangun rumah itu, karena tempat itu adalah tempat kehidupan keluarga. Bukan sekedar bangunan, tetapi tempat menampung dan menumbuhkan kehidupan keluarga,” tegasnya.
Ia juga mengimbau seluruh warga untuk saling menjaga fasilitas umum, termasuk rumah ibadah, sekolah, dan puskesmas.
“Fasilitas umum seperti gereja, sekolah, dan puskesmas harus dijaga baik oleh seluruh warga di sekitar kampung dan wilayah tersebut. Rumah warga pun menjadi tanggung jawab kita bersama. Kita harus saling menjaga,” imbaunya.
Ia menyadari bahwa membangun kembali rumah yang hangus terbakar tidaklah mudah. Banyak warga merasa tidak mampu, sehingga mereka mengajukan proposal dan berharap bantuan dari pemerintah.
“Karena itulah, hari ini kami turun untuk merealisasikan harapan tersebut. Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi awal pemulihan bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” pungkasnya.***