MOANEMANI, JELATANEWSPAPUA.COM – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dogiyai menerima kunjungan kerja Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Tengah. Kegiatan berupa survei lokasi destinasi wisata, pemutakhiran data, serta peninjauan kinerja dilaksanakan pada Rabu, 23 September 2026 di Moanemani.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dogiyai yang diwakili oleh Natan Naftali Tebai, S.Sos., M.Sos., kepada wartawan dari Dogiyai, Kamis [24/09].
“Kami memaparkan Rencana Induk Pariwisata Daerah Kabupaten Dogiyai [RIPARDA] serta sejumlah potensi destinasi wisata unggulan daerah ini,” ujarnya.
Tebai meminta dukungan pihak provinsi untuk memperhatikan dan mengembangkan sejumlah lokasi yang layak dijadikan destinasi wisata, antara lain Panorama Odedimi, Obaikagopa, serta Jembatan Layang terpanjang di Kamuu Selatan, Kabupaten Dogiyai.
Selain tempat wisata, ia juga menyoroti kekayaan budaya Noken yang telah diakui baik secara nasional maupun internasional.
“Untuk sektor ekonomi kreatif, kami mengusulkan agar Noken Toya ditetapkan sebagai ikon Provinsi Papua Tengah yang berasal dari Kabupaten Dogiyai. Mengingat Noken telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional, Provinsi Papua Tengah diminta menindaklanjuti pengakuan tersebut dengan membina para perajin Noken, memperhatikan kelancaran operasional usaha, serta menyediakan tempat kerja yang layak bagi mereka,” tegas Tebai.
Disinggung mengenai harapan kepada masyarakat Dogiyai dalam pengembangan destinasi wisata dan budaya ke depan, Tebai menyampaikan pentingnya pendekatan langsung kepada warga agar potensi yang dimiliki dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan.
“Seperti terlihat di pinggiran Jembatan Layang terpanjang Kamuu Selatan, mama-mama sudah menjual hasil karya mereka. Mereka menyampaikan barang sudah tersedia, namun masih sangat membutuhkan pembeli. Ketika kami datang membeli, mereka pun menyampaikan hal yang sama, adanya harapan agar produk lokal ini dikenal dan didukung lebih luas,” ungkapnya.***
Reporter: Aleks Waine