Iklan ini sepenuhnya milik redaksi jelata news papua Iklan ini sepenuhnya milik redaksi jelata news papua Iklan ini sepenuhnya milik redaksi jelata news papua
ADVERTISEMENT
  • Home
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok
  • Artikel Opini
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara
JELATA NEWS PAPUA
JELATA NEWS PAPUA
  • Home
  • Ragam

    Dilantik Secara Sah, PASI Dogiyai Siap Cetak Atlet Berprestasi Hingga Tingkat Internasional

    Rumah Dinas Pemkab Dogiyai Terbakar, Dua Anak dan Lansia Berhasil Diselamatkan

    Anak Muda Papua dan Trend Zaman: Merenungkan “Banalitas Kejahatan” Menurut Hannah Arendt

    DPD KNPI Paniai Gelar Rakerda, Dorong Kolaborasi dan Sinkronisasi Program Pemuda

    MRP Provinsi Papua Tengah Gelar KKR Seruan Damai di Kabupaten Paniai, Papua Tengah

    Tim Pencaker Kode R Papua Tengah Desak Pemerintah Prioritaskan CASN OAP

    KORMI Mimika Sukses Gelar Gar Free Day, Warga Antusias Nikmati Olahraga & Hiburan 

    Ikuti HAN 2025 di Nabire, Ini Pesan Ny. Tri Tito Karnavian

    Tutup Raker dan Musorprov KONI Papua Tengah, Gubernur: Kami Siap Bekap Ketua Terpilih

  • Berita
    • All
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok

    KPK Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Terkait Kepabeanan di Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu

    Tiga Kampung di Distrik Kamuu Raih Penghargaan dalam Lomba Antar‑Kampung Kabupaten Dogiyai

    KNPB Sentani Serukan Konsolidasi dan Aksi Nasional 15 Agustus 2026 di Tanah Tabi Papua

    Bupati Dogiyai Buka Monev Dana Otsus dan DAK 2026

    Juru Parkir Diduga Curi Noken Penjual di Depan Supermarket Hadi Biak

    Abni Auwe Terima SK DPC PBB Dogiyai, Siap Penuhi Syarat Verifikasi Pemilu 2029

    KNPB Nabire Serahkan Surat Pemberitahuan Aksi Nasional kepada Polres Nabire dan MRP Papua Tengah

    Panitia Mubes II Fajar Timur Resmi Dibentuk, Siap Satukan Seluruh Elemen Masyarakat Adat

    DPW dan DPD Tani Merdeka Papua Tengah Dukung Don Muzakir Jadi Wakil Menteri Pertanian

  • Artikel Opini
    • All
    • Startup

    Mama Yasinta Moiwend: di Antara Propaganda, Manipulasi, dan Pencarian Kebenaran

    OPINI: Banyak Cara, Satu Merdeka

    Sebuah Refleksi Kritis Terhadap DOB Moni dan Komodifikasi Gunung Egeida dan Blok Wabu

    Polemik Pemekaran Kabupaten Moni: Antara Janji Pembangunan, Politik, Kekuasaan dan Ancaman Konflik Sosial di Papua Tengah

    Pernyataan Sikap : Pemuda Katolik Komisariat Cabang di Dogiyai

    Stop Jual Tanah: Tanah Tidak Dapat Bertambah Seperti Populasi Manusia

    Uang Bukan Segalanya

    Manusia Mee Bukan Binatang

    Konflik Kapiraya: Siapa Dalang di Balik Saudara Bunuh Saudara?

  • Hukum HAM
    • All
    • Kriminal

    Maybrat Berdarah Jelang 17 Agustus: YKKMP Negara Buka Fakta Minta Tiga Warga Sipil Terluka

    Juru Parkir Diduga Curi Noken Penjual di Depan Supermarket Hadi Biak

    IPMI-J Jayapura Dukung Aksi GPMI di Nabire, Desak DPR Papua Tengah Segera Tindaklanjuti Aspirasi Mahasiswa

    Mahasiswa Papua di Makassar Desak Investigasi Dugaan Pelanggaran HAM dan Dorong Dialog untuk Intan Jaya

    Dua Anggota TPNPB dan Seorang Warga Sipil Tewas dalam Operasi Militer di Yahukimo 

    IPMADO Dogiyai Tuntut Hentikan Militerisasi Pasca 5 Warga Tewas

    IPMADO: Kehadiran Militer Picu Ketakutan dan Lumpuhkan Aktivitas Warga Dogiyai

    Forum Solidaritas Mahasiswa di Gorontalo Serukan Perlindungan Warga Sipil dan Dialog Damai untuk Papua

    YKKMP: Penembakan Pilot dan Pembakaran Pesawat di Yahukimo Bertentangan dengan Prinsip Hukum Humaniter Internasional

  • Kesehatan

    Selamatkan Anak Negeri Paniai! KPA Gelar Sosialisasi Kepada Sahabat 06 Meepago Korwil Panai Diajak Cegah HIV/AIDS

    KPA Paniai Edukasi Ratusan Siswa SMP Negeri 1 Aradide tentang Pencegahan HIV/AIDS

    Adinkes Papua Tengah Perkuat Kemitraan PP-ATM di Paniai, Dorong Sinergi Lintas Sektor hingga Tingkat Kampung

    KPA Kabupaten Paniai Gelar Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS bagi Ratusan Siswa Baru SMA Negeri 1 Paniai

    KPA Paniai Gelar Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS bagi Mudika Paroki Kristus Jaya Komopa, Tekankan Edukasi dan Hapus Stigma

    KPA Paniai Kembali Gencarkan Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS di Jemaat Maranatha Klasis Agadide

    KPA Kabupaten Paniai Gelar Training Tutor, Membangun Generasi Berkarakter dan Berdaya Saing

    PAR Koordinator Aweepaida Paniai Gelar Seminar dan Pelatihan, KPA Paniai Gencarkan Sosialisasi HIV-AIDS 

    Pengurus dan anggota KPA Paniai laksanakan pemeriksaan massal tes darah lengkap untuk deteksi HIV-AIDS

  • Lingkungan

    Masyarakat Paniai Himbau Hentikan Pembakaran Hutan, Siap Serahkan Pelanggar ke Jalur Hukum

    Porter Yonii Paniai Apresiasi Kepedulian Bupati Yampit Nawipa, Minta Sekretariat Resmi untuk Tingkatkan Pelayanan

    Intelektual dan Mahasiswa Distrik Fajar Timur Gelar Konsolidasi Perdana, Bahas Persiapan MUBES Ke-II

    Ketua DPW Tani Merdeka Papua Tengah Apresiasi Pemkab Nabire atas Bantuan Bibit Jagung bagi Petani

    KPA Kabupaten Paniai Gelar Rapat Panitia Persiapan Training Tutor AIDS

    DPW Tani Merdeka Papua Tengah Sosialisasi dan Tinjau Sektor Perikanan di Paniai

    Pemuda Kingmi Klasis Bogobaida Rayon Nabire Bergerak Galang Dana untuk Ret-Treat Akbar

    Porter Yonii Paniai Ajak Sopir dan Petugas Terminal Jaga Kekompakan di Karel Gobai Enarotali

    Film Pesta Babi Resmi Tayang di YouTube

  • Pendidikan

    Mahasiswa Afirmasi ADIK-ADEM Asal Intan Jaya Desak Pemkab Segera Cairkan Beasiswa, Sampaikan Delapan Tuntutan

    Kabid TK-PAUD Paniai: Sebanyak 515 Siswa dari 31 TK dan PAUD Telah Menyelesaikan Pendidikan Tahun Ajaran 2026

    Ketua BEM STAK Nabire Ajak Ratusan MABA 2026 Pahami Aturan Akademik dan Budaya Disiplin

    Di MPLS SMAN 2 Dogiyai, Kepala Distrik Kamuu Ajarkan Pemimpin Melayani

    TK Negeri Waikato Paapaa Aikai Buka Pendaftaran Peserta Didik Baru, Pendidikan Berkualitas Tanpa Dipungut Biaya

    TK Negeri Kagama Resmi Tamatkan 8 Siswa, Begini Pesan Kabid TK-Paud

    TK Negeri Ekadide Resmi Tamatkan 19 Siswa, Siapkan Generasi Emas Paniai

    17 Siswa TK Efata Kugitadi Resmi Ditamatkan, Kepala Sekolah Tekankan Pentingnya Pendidikan Sejak Dini

    TK Negeri Bobamo Gelar Penamatan, Kabid TK-Paud Apresiasi Dewan Guru dan Orang Tua 

  • Religi

    Panitia HUT Merangkap Natal 2026 Pos PI Maranatha Resmi Dilantik, Begini Pesan Hamba Tuhan

    Ketua Klasis Debei Letakkan Batu Pertama Rumah Pastori Jemaat Anugrah Dadimani

    Orang Muda Katolik Tulang Punggung Gereja, KYD Jadi Sarana Pembinaan Berkelanjutan

    Tutup KYD ke-5: Orang Muda Katolik Diminta Miliki Iman Militan dan Optimis

    OMK Diajak Hidupkan Budaya dan Iman Atasi Penyakit Sosial di Dogiyai

    Bangun Karakter Kuat, KYD 2026 Tekankan Nilai Kedamaian dan Keutuhan

    Komisi Kepemudaan: Datang ke Kamapi Youth Day, Pulang Harus Bawa “Hasil”

    Uskup Timika Buka Kamapi Youth Day 2026

    Misa Pembukaan KAMAPI Youth Day, Uskup Bernardus: Orang Muda adalah Aset Berharga

  • Video
No Result
View All Result
JELATA NEWS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Artikel Opini
  • Internasional
  • Nasional
  • Papua
  • Pelosok
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara
Home Wawancara

Kronologis Penembakan Aparat Gabungan Terhadap Pemuda Dogiyai

by Redaksi
26 Februari 2024
in Wawancara
0
SHARES
55
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Dogiyai, Jumat, 6 April 2018 pada pukul 16:00 WIT. Korban Gerri Goo, Rudy Auwe dan satu pemuda minum minuman Keras di Kampung Ikebo, tepat dibelakang Markas Timsus dan Markas Koramil Moanemani. Setelah itu, pada pukul 18.00 kedua orang ini pulang ke kampung Mauwa. Setibanya disana bertemu dengan Rombongan Pemuda Kampung Mauwa dan Kampung Dikiyouwo yang tidak minum Miras ini duduk bercerita di rumahnya Jufri Dogomo, Staf Honorer di Sekretariat KPUD Dogiyai (Tempat Penjualan Ayam Potong) yang ada di Samping Bawah Jembatan Kali Mauwa. Diantara mereka, ada 3 Pemuda yang minum Minuman Keras tadi, tetapi mereka bertiga ada dalam rumah. Para Pemuda itu duduk bercerita sambil minum Kopi Susu yang sudah diputar dalam Dandang Besar, karena habis mereka bersepakat untuk memasak air lagi untuk ronde kedua. Gerry Goo bergerak ke kali untuk mencuci Dandang Besar yang tadinya putar kopi susu sekaligus menimba air di kali untuk memasak yang ronde kedua.  Sementara Gerry Goo mencuci Dandang besar itu, tiba tiba ada rentetan bunyi tembakan senjata berturut turut diatas Jembatan Kali Mauwa, sehingga semua pemuda yang ada dalam rumah kaget dan keluar dari rumah untuk memastikan penyebabnya.
Sesampai mereka di atas Jembatan, Polisi suruh mereka bubar sambil membuang peluru, karena bunyi tembakan terus menjadi-jadi, maka Masyarakat dan Kepala Kampung Mauwa datang mendekat untuk memastikan Penyebabnya juga, tetapi ketika Kepala Kampung tiba di Jembatan antara Polisi dan Pemuda saling bersiaga untuk bertikai sehingga Kepala Kampung mengajak masyarakatnya pulang ke Rumah masing masing karena Kepala Kampung juga sama sekali tidak tahu penyebabnya. Tetapi Para Pemuda masih bertahan di jalan. Polisi melihat Para Pemuda masih bertahan di jalan sehingga Polisi pergi memanggil Brimob dan Timsus ke Moanemani. Satu Jam Kemudian sekitar 21:30 WIT ada Mobil Innova dari Moanemani Arah ke Deiyai lewat. Tepat Mobil itu depan para Pemuda dari dalam Mobil menembak Gerry Goo (23) Tahun di Punggung belakang. Jarak antara Mobil dan Korban 5 meter saja, sehingga para Pemuda itu mengejar Mobil itu sampai di Kali Okeiya di Doutou. Dari Gunung Odeedimi Mobil itu kembali ke Moanemani jadi Pemuda itu mengejar mobil itu sampai mobil itu masuk ke dalam Pertamina. Tidak lama lagi Tim Gabungan datang menyerbu para pemuda yang ada di atas Jembatan dengan menggunakan Gas Air Mata. Para Pemuda lari dari serangan Tim Gabungan sedangkan ada dua pemuda gagal melarikan diri karena sudah kena Gas Air Mata sehingga Pemuda atas nama Geri Goo yang tadinya dapat tembak itu, Gerry Goo dapat tembak lagi di Paha dengan Jarak tembakan 125 meter dari posisi Tim Gabungan ke Korban sehingga kena di Paha kemudian sepanjang Punggung, Kaki, Tangan itu Tergores akibat Tim Gabungan menarik Korban diatas jalan Aspal. Kemudian Rudi Auwe dapat tembak di kaki kanan tetapi berhasil melarikan diri.
Motif Penembakan
Setelah Polisi yang dari Mapolsek Moanemani datang menciptakan isu diatas Jembatan Kali Mauwa dengan cara membuang peluru berturut turut, Mereka kembali lagi memanggil Brimob dan Anggota Timsus Moanemani. Stratetegi yang mereka pakai sebelum ke Kampung Mauwa, Mereka mengutus beberapa anggota untuk berpura-pura ke Paniai. Jadi Anggota itu pura-pura ke Dogiyai lalu tepat Lurus pemuda pemuda jaranyanya 5 meter barulah, Polisi menembak yang pertama ke Gerry Goo.
Kemudian, Tim Gabungan datang membuang Gas Air Mata kepada masyarakat lalu Tim Gabungan lain menggunakan dua Mobil Kaca Gelap lalu berpura pura ke arah Enarotali. Sesampainya, langsung tembak korban dan para pemuda kejar kedua Mobil sampai Kali Okeiya. Kemudian kedua Mobil itu kembali lagi dari Gunung Odedimi ke Kali untuk bergabung bersama Tim Gabungan. Jadi dalam Motif Penembakan ini ada beberapa hal yang kami rasa menjadi Strategi pihak polisi adalah:
Polisi datang ke Jembatan kali untuk menciptakan isu masalah, lalu memancing para Pemuda yang lagi minum Kopi Susu itu Emosi;
Polisi memanggil Brimob dan Timsus Paskhas ke Mopolsek untuk menyusun strategi Penyerangan;
Dari Mapolsek Moanemani membentuk Tim Gabungan Penyerangan dan menyusun strateginya;
Mereka menentukan orang terdidik dan terlatih lalu mengutus mereka naik ke dalam dua Mobil Innova. Lalu berpura pura ke arah Deiyai dan Paniai.
Dua mobil Innova yang penuh dengan Polisi terdidik dan terlatih tadi, lalu mereka ke arah Deiyai-Paniai. Sampai di Jembatan Kali Mauwa, Jarak antara para Pemuda dan Mobil sekitar 5 meter itu Polisi menembak salah satu Pemuda yang namanya Gerry Goo, sehingga Para Pemuda mengejar Mobil itu sampai di Bukit Kaki gunung Odedimi di Kali Okeiya;
Karena tidak mendapatnya, Para Pemuda kembali melihat korban penembakan tadi, dalam perjalanan pulang. Kedua mobil tadi itu kembali dari Gunung Odedimi sehingga Para Pemuda itu kembali kejar kedua mobil itu, tetapi mobil itu masuk di Pertamina Dogiyai. Jarak antara Pertamina dan Kali Mauwa sekitar 20 meter.
Mobil masuk ke Pertamina, tiba tiba masih ada serangan lagi dari Arah Moanemani. Yaitu serangan dari Tim Gabungan dengan membuang Gas Air Mata.
Para Pemuda Lari karena Gas Air Mata, sehingga dua orang dapat tembak yakni Pemuda yang tadinya dapat Tembak Gerry Goo itu kembali kena tembakan lagi dan Rudi Auwe kena tembakan.
Tembakan di Titik Vital 
Kedua korban Gerry Goo dan Rudi Auwe kena tembakan di tubuh yang sangat vital. Gerry Goo Tembakan Pertama kena di Punggung belakang atas, Tembakan Kedua di Paha dan ketiga di Tangan. Lalu mereka Tarik diatas aspal akibatnya seluruh punggung belakang tergores aspal.
Sedangkan Rudi Auwe kena tembakan di Kaki Kanan tetapi berhasil melarikan diri dari Tim Gabungan.
Pengakuan dari Berbagai Pihak
Kesaksian dari beberapa orang tentang peristiwa ini adalah sebagai berikut:
Cerita Kepala Kampung
Setelah mereka mendengar rentetan bunyi tembakan peluru itu terus menerus, Kepala Kampung Dikiyouwa datang memastikan masalah karena dirinya merasa tidak pernah ada masalah di wilayahnya. Sesampainya di TKP, ada pasukan polisi yang lengkap dengan atribut Perang. Lalu Kepala Kampung mengajak Pemuda Pemuda itu pulang ke Rumah masing-masing, tetapi para Pemuda bersih keras tinggal di tempat karena mereka tidak bersalah. Akhinya terjadi serangan.
Cerita Medis
Setelah Tim Gabungan menembak Geri Goo dan Rudi Auwe, Jam 22:00 WIT kedua korban tersebut dibawa ke Puskesmas Moanemani. Dari sana Para Perawat memanggil Dokkter Umum untuk menanganinya. Dokter Umum langsung menangani Korban dan Korbannya Kritis, maka dirujuk ke Nabire. Menurut Dokter, Peluruhnya kena Pembuluh darah dekat paru paru, tetapi paru parunya tidak kena sehingga harus dioperasi untuk mengeluarkan Pelurunya. Kemudian saya tidak memberikan Rujukan ke RSUD Paniai yang dekat karena disana Dokter Began ada keluar daerah, Pungkas Dokter. Akhirnya Koban dibawah turun ke Nabire oleh Anggota Polisi pada pukul 24:00 WIT.
Cerita Polisi
Awalnya, Warga Mauwa atas nama Balibi datang melapor ke Mapolsek Moanemani. Dalam Laporannya, Rumahnya Balibi dibongkar  Pemuda untuk mencuri barang-barangnya, sehingga pasukan turun ke Mauwa untuk membubarkan, tetapi semua Pemuda pada minum minuman Keras sehingga kami memberikan peringatan tetapi mereka masih melawan sehingga kami menembaknya.
Pengobatan Korban
Sejak Korban ditembak Tim Gabungan, Korban dibawa ke Puskesmas Moanemani. Dari Moanemani Polisi rujuk ke BLU RSUD Nabire pada pukul 13:00 WIT. Selama dua Minggu di BLU RSUD Nabire, Korban tidak tertolong karena tidak dioperasi untuk mengeluarkan Peluru sebab di Nabire tidak ada Dokter Saraf.
Dari BLU RSUD Nabire dirujuk lagi ke RSUD Dok 2 Jayapura. Dari RSUD Dok 2 Jayapura Dokter Saraf menangani Pasien Korban Gerry Goo, setelah Dokter Saraf memeriksa kondisi pasien, Peluru yang ada di dalam tubuh pasien mempengaruhi Saraf sehingga untuk operasinya harus oleh Dokter Bedah Saraf. Sementara Dokter Bedah Saraf tidak ada di Jayapura sehingga Dokter Saraf menganjurkan Rujuk ke Jakarta atau mendatangkan Dokter Bedah Saraf ke Jayapura
Penangan Korban 
Setelah Korban itu ditembak Polisi, Kepala Distrik Kamuu, Moses Tebai, S.Sos dan dan Bupati Kabupaten Dogiyai, Yakobus Dumupa, S.IP bersedia menangani Korban. Kesedian itu disampaikan langsung oleh Kepala Distrik dan Bupati dari Jembatan Kali Mauwa pada Pukul 8.30 WIT tanggal 7 April 2018. Untuk mewujudkan Kesediaannya Pemerintah Daerah Kabupaten Dogiyai telah mengirim Keluarga Korban ke Nabire mengejar dan mengunjungi Korban yang semalam sebelumnya dibawa turun ke BLU RSUD Nabire.
Dua Minggu kemudian, setelah Korban tidak tertangani di Ruang ICU BLU RSUD Nabire, Korban dirujuk ke Jayapura. Menurut cerita keluarga korban dari Nabire, Bupati Kabupaten Dogiyai memberikan Dana sebesar 50.000.000,00 (Lima Puluh Juta Rupiah). Dari Jayapura juga tidak tertolong dan dirujuk ke Jakarta, maka kembali Bupati Dogiyai memberikan dana sebesar 50.000.000,00 lagi kepada keluarga korban untuk dirujuk ke Jakarta.
Sementara Itu, Pelaku Penembak Polisi Daerah Papua di  Kepolisian Resort Nabire melalui Kepolisian Sektor Moanemani tidak membantu korban dalam Transportasi maupun biaya pengobatan dari Moanemani, Nabire, Jayapura dan tidak jadi ke Jakarta karena Polisi tidak mampu membiayai Keluarga Korban dan Pasien ke Jakarta, maka polisi layak dikatakan Polisi Melepaskan Batu lalu Sembunyi Tangan, semuaya Polisi mengharapkan kepada Pemerintah Daerah untuk Biaya Transportasi dan Pengobatan.
Akhirnya tanngal 07 Mei 2018, Korban dipulangkan ke Dogiyai dan Tanggal 9 Mei 2018 Korban meninggal bersama Peluru Panas di Kampung Goodide pada Pukul 10.00 siang.
Seruan Rakyat Dogiyai
NILAI MERAH UNTUK KAPOLRES NABIRE
Peluru Panas itu tinggal bersama Gerry Goo selama 33 hari, Ketika Negara Indonesia melalui Kepolisian Daerah Papua tidak menanggung Biaya Transportasi dan Pengobatan hingga korban mengangkhiri Riwayat Hidupnya di Kampung Goodide Kabupaten Dogiyai.
Sementara, Kasus Penembakan terhadap Gerry Goo dan Rudi Auwe saja masih belum selesai dengan biaya Transportasi, Makan Minum Keluarga yang menjaga Korban dan Biaya Operasi Mengeluarkan Korban serta mendatangkan Dokter Bedah Saraf dari Jakarta ke Jayapura, dll. Masih saja Kapolres Nabire melakukan Gerakan Gerakan tambahan misalnya 26 hari Kemudian setelah Polres Nabire melalui Polsek Moanemani menembak Pemuda Dogiyai, Mereka (Polisi) Memukul dan Mengeroyok Mando Mote, S.STTP selaku Pejabat Negara Indonesia Kepala Bidang Peternakan dan Abeth You Selaku Jurnalis Papua di tabloid Jubi.
Maka, analisa Rakyat Dogiyai, mereka yang ada nama saja dipukul, dibunuh, dikeroyok, diintimidasi oleh Polres Nabire apalagi Rakyat Papua dimata Polres Nabire tidak ada artinya dalam hidup. Oleh karena itu, Kami memberikan Nilai Merah Kepada Kapolres Nabire karena selama Kapolres Nabire bertugas itu tidak bekerja sesuai tupoksinya.
Dengan demikian Kami Rakyat Dogiyai meminta dengan tegas kepada Kapolda Papua bahwa:
Segera mengungkap dan memecat Pelaku Penembakan di Kabupaten Dogiyai;
Segera memecat Pelaku Pengeroyokan dan Pemukulan terhadap Abeth You dan Mando Mote;
Segera pecat Kapolres Nabire dan Kapolsek Moanemani.
Demikian Laporan Kasarnya, Laporan akan saya sempurnakan.
Pelapor
Benediktus Goo
Pemuda Dogiyai
Post Views: 1,196

Baca Juga:

Tiga Kampung di Distrik Kamuu Raih Penghargaan dalam Lomba Antar‑Kampung Kabupaten Dogiyai

Bupati Dogiyai Buka Monev Dana Otsus dan DAK 2026

Abni Auwe Terima SK DPC PBB Dogiyai, Siap Penuhi Syarat Verifikasi Pemilu 2029

Lanjut Arahan Pemkab Dogiyai: Distrik Kamuu Borong Dagangan Mama‑mama Pasar

Tags: Dogiyaipenembakantni polri
Previous Post

Kehancuran

Next Post

Tanah Itu Mama Kita

Redaksi

Redaksi

BERITA TERKAIT

Berita

Kemenkumham Papua Sebut AWP Adalah Wadah Bagi Pers Papua

2 tahun ago
Next Post

Tanah Itu Mama Kita

Please login to join discussion

Papua

Alamat Redaksi

Jl. Trans Nabire-Ilaga KM 200, Kampung Mauwa, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.

Browse by Category

  • Artikel Opini
  • Berita
  • Hukum HAM
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Lingkungan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Papua
  • Pelosok
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Politik
  • Puisi
  • Ragam
  • Religi
  • Sastra
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Sosok/Tokoh
  • Startup
  • Surat Terbuka
  • Video
  • Wawancara
  • Redaksi
  • Tentang JNP
  • Hubung Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Jelata News Papua © 2026 All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok
  • Artikel Opini
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara

Hak Cipta Jelata News Papua © 2026 All rights reserved