DOGIYAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Sebanyak 19 siswa-siswi kelas VI SD Negeri Inpres Pona Muniopa, Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai, resmi dilepas setelah menyelesaikan pendidikan dasar, pada Selasa (02/06). Pelepasan yang berlangsung sederhana namun penuh makna itu dihadiri Kepala Distrik Kamu Markus Auwe, Kepala Kampung Putapa Otoniel Yobee, dewan guru, orang tua murid, serta masyarakat setempat.
Kelulusan 19 siswa tersebut tidak hanya menandai berakhirnya masa pendidikan dasar, tetapi juga menjadi awal dari investasi jangka panjang bagi masa depan Kabupaten Dogiyai. Pendidikan dipandang sebagai modal utama dalam menciptakan generasi yang mampu membawa perubahan bagi daerahnya di tengah berbagai tantangan pembangunan yang masih dihadapi Papua.
Kepala Distrik Kamu, Markus Auwe, menyampaikan apresiasi kepada para siswa, guru, dan orang tua yang telah bekerja sama hingga anak-anak berhasil menyelesaikan pendidikan dasar. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan langkah awal dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
“Anak-anak ini adalah harapan masa depan Dogiyai. Mereka harus terus melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya agar kelak dapat kembali membangun daerahnya sendiri,” ujarnya.
Markus menegaskan bahwa investasi terbaik yang dapat dilakukan masyarakat dan pemerintah adalah investasi di bidang pendidikan. Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas generasi muda yang akan menjadi pemimpin di masa mendatang.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri Inpres Pona, Yursela Yobee, mengatakan keberhasilan para siswa menyelesaikan pendidikan dasar merupakan hasil kerja keras yang melibatkan banyak pihak. Guru, orang tua, dan lingkungan masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan anak-anak selama menempuh pendidikan.
“Kami berharap anak-anak tidak berhenti sampai di sini. Mereka harus terus sekolah dan mengejar cita-cita mereka meskipun banyak tantangan yang harus dihadapi,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kampung Putapa, Otoniel Yobee, mengajak seluruh orang tua untuk terus memberikan perhatian terhadap pendidikan anak-anak mereka. Ia menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga menjadi tanggung jawab keluarga dan masyarakat.
Menurutnya, setiap anak yang berhasil menyelesaikan pendidikan merupakan aset berharga bagi kampung dan daerah. Karena itu, dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan harus terus diberikan agar anak-anak dapat berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat di masa depan.
“Anak-anak ini harus terus didorong untuk sekolah. Mereka adalah generasi yang akan melanjutkan pembangunan di kampung ini,” ujar Otoniel.
Para orang tua yang hadir mengaku bangga melihat putra-putri mereka berhasil menyelesaikan pendidikan dasar. Mereka berharap anak-anak tersebut dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP dan terus mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
Bagi masyarakat Muniopa, pelepasan siswa tahun ajaran 2025/2026 bukan sekadar seremoni tahunan. Kegiatan tersebut menjadi simbol dimulainya investasi masa depan yang kelak akan menentukan arah pembangunan Kabupaten Dogiyai melalui generasi muda yang terdidik, mandiri, dan berdaya saing.
Dengan selesainya pendidikan dasar ini, para lulusan diharapkan terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Harapan itu menjadi bagian dari cita-cita bersama untuk membangun Dogiyai yang lebih maju melalui kekuatan pendidikan dan kualitas sumber daya manusia.