PANIAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Paniai menggelar kegiatan Training Tutor dalam rangka Membangun Generasi Berkarakter dan Berdaya Saing. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Setda Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah, Kamis (18-19/06/2026).
Kegiatan Training Tutor ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, di antaranya dr. Agus, M.Kes., CH.Med, CHt, Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Provinsi Papua Tengah yang diwakili oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah.
Selain itu, kegiatan juga menghadirkan Jeni Karay, S.I.Kom., M.Kom, Certified Training Public Speaking BNSP-RI; Michelle S. Steinberg Horstlie, S.Pd, Master of Ceremony; Maria Nawipa, S.KM., M.Kes, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Paniai; serta Freny Anauw, Ketua KPA Provinsi Papua Tengah.

Pembukaan kegiatan dilakukan langsung oleh Bupati Paniai, Yampit Nawipa, AMD.Tek, dengan simbolisasi budaya Suku Mee berupa pelepasan anak panah sebagai tanda dimulainya kegiatan.
Dalam sambutannya, Bupati Paniai menyampaikan bahwa persoalan HIV AIDS bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi merupakan persoalan kemanusiaan yang membutuhkan kerja sama semua pihak.
“Saya pernah meminta kepada dr. Agus untuk menghentikan obat HIV AIDS, tetapi beliau mengatakan tidak, Pak Bupati, karena ini soal kemanusiaan. Dari situ saya memahami bahwa menyelamatkan manusia adalah tugas bersama,” kata Yampit Nawipa.
Bupati Paniai juga menjelaskan terkait data HIV AIDS di wilayah Papua Tengah yang sebelumnya menempatkan Paniai berada pada urutan ketiga. Namun setelah dilakukan penelusuran dan koordinasi bersama Dinas Kesehatan, KPA Paniai, serta RSUD Paniai, diketahui bahwa data tersebut merupakan gabungan dari beberapa kabupaten.
“Data KPA Provinsi Papua Tengah menyebutkan Paniai urutan ketiga HIV AIDS, tetapi setelah kami berkolaborasi dan melihat kembali datanya ternyata angka tersebut digabungkan dengan empat kabupaten, yaitu Intan Jaya, Deiyai, dan Dogiyai. Setelah kami telusuri, masyarakat asli Paniai yang terinfeksi HIV AIDS tidak sebanyak yang diberitakan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama lembaga terkait akan terus membangun kesadaran masyarakat mengenai bahaya HIV AIDS.
“Yang paling penting adalah membangun kesadaran masyarakat tentang bahaya HIV AIDS. Kesehatan dan kemanusiaan bukan hanya tugas Dinas Kesehatan saja, tetapi semua organisasi dan pihak lain harus bisa bekerja sama dalam upaya pencegahan,” ungkap Bupati.
Sementara itu, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Pingki, mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan agar kondisi kesehatan dapat diketahui sejak dini.
“Masyarakat pada umumnya harus mengikuti tes agar kita semua mengetahui kondisi kesehatan kita. Bagi yang sudah terkena HIV AIDS harus tetap memiliki semangat, tidak menularkan kepada orang lain, dan mengikuti anjuran kesehatan,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memahami langkah-langkah pencegahan agar penyebaran HIV AIDS dapat ditekan.
“Melalui kegiatan Training Tutor ini kami berharap muncul harapan baru, dengan komunikasi yang baik dan pemahaman yang benar kepada masyarakat sehingga keselamatan generasi dapat tercapai,” ujarnya.
Perwakilan Pemerintah Kabupaten Paniai, Asisten I Setda Kabupaten Paniai Soleman Boma, S.H., M.M, menyampaikan apresiasi kepada KPA Kabupaten Paniai yang telah melaksanakan kegiatan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Paniai kami memberikan apresiasi kepada Tim KPA yang telah melakukan Training Tutor ini. Kegiatan ini sangat penting untuk membangun generasi muda yang memiliki kesadaran tentang kesehatan dan bagaimana cara mencegah penyakit yang berbahaya,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Paniai, Sepanya Yogi, S.IP, mengatakan Training Tutor merupakan bagian dari upaya KPA dalam memperkuat peran masyarakat dan generasi muda sebagai penyampai informasi tentang pencegahan HIV AIDS.
“Melalui Training Tutor ini kami berharap para peserta dapat menjadi penggerak informasi di tengah masyarakat. Mereka bukan hanya menerima materi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran HIV AIDS,” kata Sepanya Yogi.
Ia menambahkan bahwa penanganan HIV AIDS membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah, lembaga kesehatan, organisasi masyarakat, hingga masyarakat itu sendiri.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Pencegahan HIV AIDS membutuhkan kolaborasi dan kepedulian bersama agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan pelayanan kesehatan yang baik,” tutupnya.
Kegiatan Training Tutor KPA Kabupaten Paniai diharapkan menjadi langkah positif dalam memperkuat edukasi, pencegahan, serta kepedulian masyarakat terhadap isu HIV AIDS di Kabupaten Paniai dan wilayah Papua Tengah.