YAHUKIMO, JELAJAHNEWS PAPUA.COM – Komando Nasional, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) mengklaim telah melakukan pembakaran satu unit ekskavator yang disebut milik aparat militer Indonesia di Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (19/06/2026).
Dalam keterangannya, TPNPB menyebut aksi pembakaran dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo, khususnya Batalion Yallenang, dalam sebuah operasi yang berlangsung di kawasan Jalan Seredala, Kota Dekai.
“Komandan Operasi Batalion Yallenang, Mayor Korowai Sonyap, tindakan tersebut dilakukan atas perintah Panglima TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Brigjen Elkius Kobak, bersama Komandan Operasi Mayor Kopitua Heluka dan sejumlah komandan lapangan lainnya,” hal itu disampaikan melalui Siaran Pers Manajemen Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM yang diterima media ini.
Menurutnya ekskavator yang dibakar sebagai bagian dari fasilitas yang digunakan dalam aktivitas pemerintah dan aparat keamanan Indonesia di wilayah Yahukimo.
“Atas tindakan itu bertanggung jawab atas pembakaran ekskavator, dan kami terus melakukan perlawanan terhadap kehadiran aparat keamanan Indonesia di wilayah Papua zona perang,” tegasnya.
Sementara itu, dalam siaran pers Brigjen Elkius Kobak, juga menyatakan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh batalion di bawah Kodap XVI Yahukimo untuk menjalankan operasi sesuai dengan kebijakan organisasi TPNPB.
“Kebijakan pemerintah pusat terkait pengiriman personel TNI ke Papua, khususnya di wilayah perbatasan Papua dengan Papua Nugini. Pemerintah Indonesia untuk memberikan penjelasan mengenai penempatan pasukan di sejumlah wilayah Papua. Jika tidak maka perlawanan terus dilakukan,” kata Elkius Kobak.
Akhir siaran persnya, Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyatakan bahwa pihaknya siap bertanggung jawab atas pembakaran ekskavator tersebut. Pasalnya, Pemerintah Indonesia harus bertanggung jawab atas berbagai peristiwa keamanan terjadi terhadap warga sipil di Yahukimo dan wilayah Papua lainnya.
“Aksi ini kami lakukan sebagai bentuk keberadaan kami (TPNPB). Jadi kamu jangan serang warga sipil membabi buta sembarang, jika berani maka cari kami di hutan kami siap layani Militer Indonesia,” tutup Sebby dalam siaran persnya. [*]