NABIRE, JELATANEWSPAPUA.COM – Ditengah keramaian Festival Kopi Papua Tengah yang berlangsung di Nabire, Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, menegaskan satu hal dengan tegas: kopi adalah potensi terbesar Kabupaten Dogiyai yang siap dikembangkan secara berkelanjutan.
“Paling besar ada di Dogiyai, di Papua Tengah ini. Tidak ada yang menyangsikan,” ujar Bupati Yudas Tebai saat ditemui di Stand Dogiyai, Jumat (30/10).
Setiap sudut dan kelompok masyarakat di Dogiyai memiliki kekayaan yang luar biasa. Kini, pemerintah berkomitmen untuk memperluas lahan pertanian kopi demi mendongkrak produksi dan kualitas.
“Tadi kami sempat berdiskusi. Hasil diskusi itu nanti akan kami bahas hal-hal yang strategis. Setelah kembali, kami akan mengadakan rapat untuk menindaklanjuti pembahasan tersebut,” jelasnya.
Langkah nyata sudah terlihat. Sejak awal, pemerintah mendampingi para petani dan pelaku usaha. Kini, para pemuda lokal sudah mampu menghasilkan kopi olahan dengan kemasan yang rapi dan siap jual.
“Mereka sudah bisa menghasilkan produk dalam kemasan yang baik. Sejak awal kami sudah mendukung mereka, dan hasilnya sudah terlihat. Ke depannya, jika anggaran tersedia, kami pasti akan terus membantu,” tegas Bupati.
Pendampingan tidak akan berhenti di ruangan tertutup. Pemerintah berjanji akan turun langsung ke ladang, ke kebun, dan ke masyarakat.
“Pelatihan tidak akan dilakukan di ruangan saja, tetapi langsung turun ke lapangan. Tujuannya agar hasilnya lebih baik dari sebelumnya,” ungkapnya.
Tak hanya soal kopi, Bupati juga menyampaikan pesan mendalam tentang kehidupan dan kerja keras. Ia menceritakan, Insnyur Tebai, seorang guru yang ditempatkan di pedalaman Dogiyai. Murid-muridnya kini sudah menua, namun ilmu yang ditabur terus hidup dan bermanfaat.
“Bapa ini dulunya guru yang ditempatkan di Dogiyai. Murid-muridnya kini sudah berusia lebih tua dari beliau. Ilmu yang beliau berikan telah tersebar luas di tengah masyarakat,” ceritanya.
“Pemuda bisa menggantikan generasi yang lebih tua. Kami menghargai harga dan kualitas. Selama ini banyak yang menganggap remeh kopi dan sebutan P5, padahal di balik itu ada kualitas yang sesungguhnya,” ucapnya.
Dengan demikian, Bupati Tebai mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meninggalkan jalan pintas dan tidak berpikir instan. Kemajuan sejati lahir dari kerja keras dan kreativitas.
“Jangan berpikir instan. Harus bekerja, berkreasi, dan tetap produktif. Berhentilah sejenak dari kebiasaan yang tidak bermanfaat, lalu mulai berkreasi dan berusaha. Kita semua bisa berkarya,” ajaknya.[]