DOGIYAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Sebanyak 23 siswa SD YPPK Mauwa secara resmi dilepas setelah menyelesaikan pendidikan dasar dalam acara yang berlangsung di SD YPPK Mauwa, Kampung Mauwa, Distrik Kamu, Senin (01/06). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Distrik Kamu Markus Auwe, dewan guru,kepala kampung Mauwa, orang tua siswa, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Pelepasan siswa berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan harapan. Bagi para peserta didik, momen tersebut menjadi langkah awal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sekaligus membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Dalam sambutannya, Kepala Distrik Kamu Markus Auwe menegaskan bahwa pendidikan merupakan faktor utama yang menentukan arah pembangunan dan masa depan Kabupaten Dogiyai.
Menurutnya, kemajuan suatu daerah sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang dibangun melalui pendidikan.
“Pendidikan menentukan masa depan Dogiyai. Jika anak-anak hari ini mendapatkan pendidikan yang baik, maka mereka akan menjadi generasi yang mampu membawa perubahan bagi keluarga, kampung, dan daerah ini di masa mendatang,” ujar Markus Auwe.
Ia mengatakan bahwa tantangan pembangunan di Dogiyai tidak dapat diselesaikan tanpa hadirnya generasi muda yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang kuat. Karena itu, para lulusan diminta untuk tidak berhenti belajar dan terus melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.
Markus juga mengapresiasi para orang tua yang tetap memberikan dukungan kepada anak-anak mereka untuk bersekolah.
Menurutnya, keterlibatan keluarga memiliki peran penting dalam membentuk semangat belajar dan keberhasilan pendidikan anak.
Selain itu, ia memberikan penghargaan kepada para guru yang selama ini mengabdikan diri di SD YPPK Mauwa. Di tengah berbagai keterbatasan yang masih dihadapi sekolah-sekolah di wilayah pedalaman, para guru dinilai tetap menunjukkan komitmen dalam mendidik generasi muda Papua.
Kepala Sekolah SD YPPK Mauwa, Maksila Tebai, mengatakan bahwa pelepasan siswa bukan hanya kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga momentum untuk memberikan motivasi kepada para lulusan agar terus mengejar cita-cita mereka melalui pendidikan.
Menurut Maksila, sekolah memiliki tanggung jawab untuk membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, karakter, dan nilai-nilai moral yang akan menjadi bekal dalam kehidupan mereka di masa depan. Ia berharap seluruh lulusan tetap menjaga semangat belajar dan disiplin di mana pun mereka melanjutkan pendidikan.
Stevanus Kogaa sebagai kepala Kampung Mauwa mengatakan acara pelepasan ini juga menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan di Distrik Kamuu.
“Kolaborasi semua pihak dinilai penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak Papua.” Tegas Kogaa
Di tengah berbagai tantangan pendidikan yang masih dihadapi wilayah pedalaman Papua, pelepasan 23 siswa SD YPPK Mauwa menjadi simbol harapan akan lahirnya generasi baru yang mampu membawa perubahan positif bagi Dogiyai. Pendidikan dipandang sebagai investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan daerah.
Dengan berakhirnya pendidikan dasar bagi 23 siswa tahun ajaran 2025/2026 tersebut, harapan besar kini disematkan kepada mereka untuk terus melanjutkan pendidikan dan kembali mengabdi bagi masyarakat.
Pesan yang disampaikan Kepala Distrik Kamuu menjadi pengingat bahwa masa depan Dogiyai sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan generasi mudanya hari ini.