Iklan ini sepenuhnya milik redaksi jelata news papua Iklan ini sepenuhnya milik redaksi jelata news papua Iklan ini sepenuhnya milik redaksi jelata news papua
ADVERTISEMENT
  • Home
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok
  • Artikel Opini
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara
JELATA NEWS PAPUA
JELATA NEWS PAPUA
  • Home
  • Ragam

    Dilantik Secara Sah, PASI Dogiyai Siap Cetak Atlet Berprestasi Hingga Tingkat Internasional

    Rumah Dinas Pemkab Dogiyai Terbakar, Dua Anak dan Lansia Berhasil Diselamatkan

    Anak Muda Papua dan Trend Zaman: Merenungkan “Banalitas Kejahatan” Menurut Hannah Arendt

    DPD KNPI Paniai Gelar Rakerda, Dorong Kolaborasi dan Sinkronisasi Program Pemuda

    MRP Provinsi Papua Tengah Gelar KKR Seruan Damai di Kabupaten Paniai, Papua Tengah

    Tim Pencaker Kode R Papua Tengah Desak Pemerintah Prioritaskan CASN OAP

    KORMI Mimika Sukses Gelar Gar Free Day, Warga Antusias Nikmati Olahraga & Hiburan 

    Ikuti HAN 2025 di Nabire, Ini Pesan Ny. Tri Tito Karnavian

    Tutup Raker dan Musorprov KONI Papua Tengah, Gubernur: Kami Siap Bekap Ketua Terpilih

  • Berita
    • All
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok

    KPK Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Terkait Kepabeanan di Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu

    Tiga Kampung di Distrik Kamuu Raih Penghargaan dalam Lomba Antar‑Kampung Kabupaten Dogiyai

    KNPB Sentani Serukan Konsolidasi dan Aksi Nasional 15 Agustus 2026 di Tanah Tabi Papua

    Bupati Dogiyai Buka Monev Dana Otsus dan DAK 2026

    Juru Parkir Diduga Curi Noken Penjual di Depan Supermarket Hadi Biak

    Abni Auwe Terima SK DPC PBB Dogiyai, Siap Penuhi Syarat Verifikasi Pemilu 2029

    KNPB Nabire Serahkan Surat Pemberitahuan Aksi Nasional kepada Polres Nabire dan MRP Papua Tengah

    Panitia Mubes II Fajar Timur Resmi Dibentuk, Siap Satukan Seluruh Elemen Masyarakat Adat

    DPW dan DPD Tani Merdeka Papua Tengah Dukung Don Muzakir Jadi Wakil Menteri Pertanian

  • Artikel Opini
    • All
    • Startup

    Mama Yasinta Moiwend: di Antara Propaganda, Manipulasi, dan Pencarian Kebenaran

    OPINI: Banyak Cara, Satu Merdeka

    Sebuah Refleksi Kritis Terhadap DOB Moni dan Komodifikasi Gunung Egeida dan Blok Wabu

    Polemik Pemekaran Kabupaten Moni: Antara Janji Pembangunan, Politik, Kekuasaan dan Ancaman Konflik Sosial di Papua Tengah

    Pernyataan Sikap : Pemuda Katolik Komisariat Cabang di Dogiyai

    Stop Jual Tanah: Tanah Tidak Dapat Bertambah Seperti Populasi Manusia

    Uang Bukan Segalanya

    Manusia Mee Bukan Binatang

    Konflik Kapiraya: Siapa Dalang di Balik Saudara Bunuh Saudara?

  • Hukum HAM
    • All
    • Kriminal

    Maybrat Berdarah Jelang 17 Agustus: YKKMP Negara Buka Fakta Minta Tiga Warga Sipil Terluka

    Juru Parkir Diduga Curi Noken Penjual di Depan Supermarket Hadi Biak

    IPMI-J Jayapura Dukung Aksi GPMI di Nabire, Desak DPR Papua Tengah Segera Tindaklanjuti Aspirasi Mahasiswa

    Mahasiswa Papua di Makassar Desak Investigasi Dugaan Pelanggaran HAM dan Dorong Dialog untuk Intan Jaya

    Dua Anggota TPNPB dan Seorang Warga Sipil Tewas dalam Operasi Militer di Yahukimo 

    IPMADO Dogiyai Tuntut Hentikan Militerisasi Pasca 5 Warga Tewas

    IPMADO: Kehadiran Militer Picu Ketakutan dan Lumpuhkan Aktivitas Warga Dogiyai

    Forum Solidaritas Mahasiswa di Gorontalo Serukan Perlindungan Warga Sipil dan Dialog Damai untuk Papua

    YKKMP: Penembakan Pilot dan Pembakaran Pesawat di Yahukimo Bertentangan dengan Prinsip Hukum Humaniter Internasional

  • Kesehatan

    Selamatkan Anak Negeri Paniai! KPA Gelar Sosialisasi Kepada Sahabat 06 Meepago Korwil Panai Diajak Cegah HIV/AIDS

    KPA Paniai Edukasi Ratusan Siswa SMP Negeri 1 Aradide tentang Pencegahan HIV/AIDS

    Adinkes Papua Tengah Perkuat Kemitraan PP-ATM di Paniai, Dorong Sinergi Lintas Sektor hingga Tingkat Kampung

    KPA Kabupaten Paniai Gelar Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS bagi Ratusan Siswa Baru SMA Negeri 1 Paniai

    KPA Paniai Gelar Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS bagi Mudika Paroki Kristus Jaya Komopa, Tekankan Edukasi dan Hapus Stigma

    KPA Paniai Kembali Gencarkan Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS di Jemaat Maranatha Klasis Agadide

    KPA Kabupaten Paniai Gelar Training Tutor, Membangun Generasi Berkarakter dan Berdaya Saing

    PAR Koordinator Aweepaida Paniai Gelar Seminar dan Pelatihan, KPA Paniai Gencarkan Sosialisasi HIV-AIDS 

    Pengurus dan anggota KPA Paniai laksanakan pemeriksaan massal tes darah lengkap untuk deteksi HIV-AIDS

  • Lingkungan

    Masyarakat Paniai Himbau Hentikan Pembakaran Hutan, Siap Serahkan Pelanggar ke Jalur Hukum

    Porter Yonii Paniai Apresiasi Kepedulian Bupati Yampit Nawipa, Minta Sekretariat Resmi untuk Tingkatkan Pelayanan

    Intelektual dan Mahasiswa Distrik Fajar Timur Gelar Konsolidasi Perdana, Bahas Persiapan MUBES Ke-II

    Ketua DPW Tani Merdeka Papua Tengah Apresiasi Pemkab Nabire atas Bantuan Bibit Jagung bagi Petani

    KPA Kabupaten Paniai Gelar Rapat Panitia Persiapan Training Tutor AIDS

    DPW Tani Merdeka Papua Tengah Sosialisasi dan Tinjau Sektor Perikanan di Paniai

    Pemuda Kingmi Klasis Bogobaida Rayon Nabire Bergerak Galang Dana untuk Ret-Treat Akbar

    Porter Yonii Paniai Ajak Sopir dan Petugas Terminal Jaga Kekompakan di Karel Gobai Enarotali

    Film Pesta Babi Resmi Tayang di YouTube

  • Pendidikan

    Mahasiswa Afirmasi ADIK-ADEM Asal Intan Jaya Desak Pemkab Segera Cairkan Beasiswa, Sampaikan Delapan Tuntutan

    Kabid TK-PAUD Paniai: Sebanyak 515 Siswa dari 31 TK dan PAUD Telah Menyelesaikan Pendidikan Tahun Ajaran 2026

    Ketua BEM STAK Nabire Ajak Ratusan MABA 2026 Pahami Aturan Akademik dan Budaya Disiplin

    Di MPLS SMAN 2 Dogiyai, Kepala Distrik Kamuu Ajarkan Pemimpin Melayani

    TK Negeri Waikato Paapaa Aikai Buka Pendaftaran Peserta Didik Baru, Pendidikan Berkualitas Tanpa Dipungut Biaya

    TK Negeri Kagama Resmi Tamatkan 8 Siswa, Begini Pesan Kabid TK-Paud

    TK Negeri Ekadide Resmi Tamatkan 19 Siswa, Siapkan Generasi Emas Paniai

    17 Siswa TK Efata Kugitadi Resmi Ditamatkan, Kepala Sekolah Tekankan Pentingnya Pendidikan Sejak Dini

    TK Negeri Bobamo Gelar Penamatan, Kabid TK-Paud Apresiasi Dewan Guru dan Orang Tua 

  • Religi

    Panitia HUT Merangkap Natal 2026 Pos PI Maranatha Resmi Dilantik, Begini Pesan Hamba Tuhan

    Ketua Klasis Debei Letakkan Batu Pertama Rumah Pastori Jemaat Anugrah Dadimani

    Orang Muda Katolik Tulang Punggung Gereja, KYD Jadi Sarana Pembinaan Berkelanjutan

    Tutup KYD ke-5: Orang Muda Katolik Diminta Miliki Iman Militan dan Optimis

    OMK Diajak Hidupkan Budaya dan Iman Atasi Penyakit Sosial di Dogiyai

    Bangun Karakter Kuat, KYD 2026 Tekankan Nilai Kedamaian dan Keutuhan

    Komisi Kepemudaan: Datang ke Kamapi Youth Day, Pulang Harus Bawa “Hasil”

    Uskup Timika Buka Kamapi Youth Day 2026

    Misa Pembukaan KAMAPI Youth Day, Uskup Bernardus: Orang Muda adalah Aset Berharga

  • Video
No Result
View All Result
JELATA NEWS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Artikel Opini
  • Internasional
  • Nasional
  • Papua
  • Pelosok
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara
Home Artikel Opini

Pendekatan Pembelajaran Mendalam Ala Papua

by Redaksi
1 Agustus 2025
in Artikel Opini
0
SHARES
699
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Benediktus Goo

Sudah pasti, para pakar, praktisi, teknokrat dan birokrat pendidikan Indonesia mengetahui dan mengikuti benar tentang perkembangan pendidikan skala nasional maupun internasional. Kendatipun demikian, masih banyak birokrat, praktisi esekutor pendidikan di daerah yang sedang dibingungkan dengan kebijakan pusat yang trend para khayalak menyebutnya ‘Lain Menteri, Lain Kebijakan’. Hal ini selalu terjadi di Indonesia.

Untuk itulah, tulisan ini, hadirkan di tengah para pembaca budiman sekalian untuk mengetahui apa kebijakan bapak Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed selaku Menteri Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah (Menteri Dikdasmen) di Jakarta. Dalam rangka menterjemahkan visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia, Prabowo dan Gibran dalam kepemimpinannya menetapkan melalui asta cita kabinet merah putih, terutama asta cita ke empat (4) dalam kabinet Merah Putih yang berbunyi Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas. Maka, Penjabarannya Menteri Dikdasmen, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed mengangkat visi pendidikan “Pendidikan Bermutu Untuk Semua” dengan mengambil arah kebijakan dan beberapa program prioritas.

Dalam beberapa kebijakan pendidikan di Indonesia antara lain pertama, Program Wajib Belajar (Wajar) 13 tahun dan Pemerataan Kesempatan Belajar; kedua, Pemenuhan Perbaikan Sarana dan Prasarana pendidikan; ketiga, Sistem Penerimanaan Murid Baru (SPMB) yang berkeadilan, Peningkatan Kualifikasi, Kompetensi dan Kesejahteraan bagi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan. Keempat, Penguatan karakter: 7 kebiasaan Anak Indonesia hebat dan pagi ceria; kelima, pelatihan karakter: Pelatihan guru Bimbingan dan Konseling (BK) dan ke-BK-an; keenam, Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Ketujuh, Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial Inteligent (AI); kedelapan, Tes kemampuan Akademik (TKA); kesembilan, Pengembangan Talenta dan Prestasi; kesepuluh, Pembangunan Kebahasaan dan Kesastraan; dan terakhir penguatan Pendidikan Literasi Numerasi, Sains dan Teknologi (LITNUM SAINTEK).

Tulisan ini akan mengulas Program Prioritas (Protas) tentang Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang mana bagian pertama akan menjelaskan soal apa sebenarnya Deep Learning. Lalu bahas soal Pembelajaran berkontekstual Papua lalu akan diakhiri dengan catatan catatan yang menjadi penutup.

1.Program Pendekatan Pembelajaran Mendalam [Deep Learning] Dalam Kurikulum

Pembelajaran Mendalam bukan sebuah Kurikulum tetapi salah satu pendekatan dalam kurikulum. Dan juga, pendekatan ini bukanlah sebuah pendekatan baru melainkan pendekatan lama yang selalu digunakan dalam kurikulum sebelumnya juga. Misalnya pada tahun 1970-an ada pendekatan pembelajaran dengan istilah Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA).

Kemudian dalam Kurikulum 1990-an dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) telah lakukan pendekatan pembelajaran dengan istilah Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM). Kemudian lanjut lagi dengan pendekatan Pembelajaran dalam kurikulum lain dengan istilah Coxtextual Teaching Learning (CTL). Meskipun demikian semua pendekatan ini memiliki kekurangan dalam kelebihan yang dominan.

Itulah sebabnya, Pembelajaran Mendalam [PM] menjadi satu kebijakan Program Prioritas [Protas] dalam Kurikulum berjalan yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan menengah (PERMENDIKDASMEN) Nomor 13 Tahun 2025. Tentang Perubahan atas PERMENDIKDUB Nomor 12 tahun 2024 tentang Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Dalam penerapan pendekatan pembelajaran mendalam di Satuan Pendidikan mestinya memahami dulu definisi dari Pembelajaran Mendalam. Pembelajaran Mendalam merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yang memuliakan, mengagungkan, mengutamakan dan memprioritaskan dengan penekanan pada Suasana Belajar dan Proses Pembelajaran yang Berkesadaran, Bermakna dan Mengembirakan. Melalui Olah Hati, Olah Pikir, Olah Rasa dan Olah Raga secara holistik dan terpadu untuk mewujudkan profil lulusan sesuai standar kelulusan dalam kurikulum.

Pemahaman tentang pendekatan Pembelajaran Mendalam, ada empat komponen utama yang harus diketahui bersama adalah pertama, Dimensi Profil Lulusan. Kedua, Prinsip Pembelajaran. Ketiga, Pengalaman Belajar, dan keempat, Kerangka Pembelajaran.

Dimensi Profil Lulusan Pembelajaran Mendalam yaitu (1) Keimanan dan Ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha Esa, (2) Kewargaan, (3) Penalaran Kritis, (4) Kreativitas. (5) Berkolaborasi, (6) Kemandirian, (7) Kesehatan dan (8) Komunikasi. Ke delapan dimensi profil lulusan tersebut di atas merupakan kompetensi utuh yang dapat dimiliki dan dicapai oleh setiap peserta didik.

Sementara Prinsip Pembelajaran Mendalam terdiri atas 3 prinsip antara lain Berkesadaran (Mindful), Bermakna (Meaningful) dan Menggembirakan (Joyful). Prinsip pembelajaran ini akan menggembirakan guru dan peserta didik serta pemangku kepentingan pendidikan lainnya. Berdasarkan Pengalaman Belajar yang menekankan pada Memahami, Mengaplikasi dan Merefleksi.

Guru memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada peserta didik untuk dapat berpengalaman dalam belajar untuk proses pemahaman. Mengaplikan berbagai konteks pembelajaran dan dapat merefleksikan kembali pembelajarannya. Maka, Kerangka Pembelajaran Mendalam terdiri atas Praktik Pedagogis, Lingkungan Pembelajaran, Kemitraan Pembelajaran dan Pemanfaatan digital.

  1. Pembelajaran Mendalam Ala Papua

Penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam yang telah ditetapkan dalam Program Prioritas menggapai visi Menteri Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah bahwa Pendidikan Bermutu Untuk Semua. Maka, bagaimana penerapan di Papua yang medan wilayah dan letak geografis sulit dipandang dan ditelusuri. Jaringan Telkomsel yang tidak ada, Jaringan Internet masih belum terakses hingga di pelosok hingga listrik tak menyentuh penerangan di dusun-dusun.

Baca Juga:

KPK Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Terkait Kepabeanan di Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu

Masyarakat Paniai Himbau Hentikan Pembakaran Hutan, Siap Serahkan Pelanggar ke Jalur Hukum

Tiga Kampung di Distrik Kamuu Raih Penghargaan dalam Lomba Antar‑Kampung Kabupaten Dogiyai

Panitia HUT Merangkap Natal 2026 Pos PI Maranatha Resmi Dilantik, Begini Pesan Hamba Tuhan

Dengan demikian, di Papua amat sulit menerapkan Kurikulum 2013 maupun Kurikulum Merdeka yang serba digital. Bagaimana penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam Kontekstual di Papua? Berikut adalah ulasan penerapan pendekatan pembelajaran kontektual Papua.

Suka atau tidak suka, tak dapat kita dipungkiri, bahwa kita sudah dan sedang ditantang perkembangan zaman menuju era Bonus Demografi, Zaman Industri 4.0. Zaman dimana setiap orang hidup dengan digital. Karena itu, kita ditantang untuk berPENDIDIKAN sekalipun kita dibalik gunung, rawa dan pulau.

Penerapan pendekatan pembelajaran mendalam berkontekstual di Papua, hemat saya ada beberapa hal yang harus dikembangkan yakni:

a. Sekolah Harus Aktif

Meski letak sekolah jauh dari kota dan masuk sebagai daerah yang dikonflikkan, Sekolah harus aktif, jangan pikir digital. Fokus guru arahkan siswa dengan ajar, didik dan melatih. Ciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman dengan menyulap ada tempat bermain di halaman, ada Honai belajar di halaman, ada lapangan olahraga di halaman dan wajibkan beribadah di sekolah setiap bulan.

Karena, pada prinsipnya pendekatan pembelajaran mendalam adalah MEMULIAKAN suasana belajar dan proses pembelajaran yang teduh, tenang dan nyaman. Keaktifan sekolah, kunci ada pada Pendidik dan Tenaga Kependidikan [PTK]. Masalah utama bagi PTK soal kualifikan pendidikan, kompetensi dan kesejahteraan mesti diprioritaskan agar menjadi tulang punggung dan esekutor pendidikan di lapangan.

Guru wajib mengajarkan anak sesuai apa yang ada di lingkungan sekitar kita. Kita tidak bisa berusaha menterjemahkan dan menjelaskan objek yang ada di luar sana. Yang pada akhirnya siswa tidak akan mengerti sedikit pun.

b.Tungku Api di Emaa Owa / Honai

Elemen ekosistem pembelajaran mendalam yang paling utama adalah keluarga. Dan juga lingkungan pembelajarannya seperti Sekolah, Laboratorium, Perpustakaan, Lingkungan Sekolah, Rumah, dll. Tungku Api, sebagai simbol bahwa rumah harus hidup, Honai harus hidup, Emaa Owa harus Hidup [Rumah/Tempat tinggal yang dikhususkan untuk Laki-Laki].

Karena itu, Orang gunung harus punya Owaa atau Honai [Rumah], di bagian pesisir selain rumah harus ada Pondok Pinang. Mengapa Tungku Api di Honai itu harus hidup. Karena disanalah, keluarga akan duduk berkumpul dan bercerita.

Bercerita apa saja. Cerita Dongeng, Cerita Komik, Cerita Pengalaman Hidup, cerita mitos, cerita rakyat, dll. Dalam prinsip Pembelajaran Mendalam lebih tekankan pada pengalaman belajar bukan di buku atau handphone atau komputer.

c. Sekolah Minggu

Ajaklah anak ke Gereja, ikut anak sekolah minggu. Jangan tunggu besok!, tanamkan nilai keimanan sejak dini. Luaran dari orang bersekolah punya spiritual yang tinggi.

Dalam Sekolah Minggu, mereka akan diajar bagaimana bernyanyi yang baik dan benar. Sikap berdoa yang baik, berdoa baik, komunikasi yang baik, dll. Kita harus memastikan spiritual anak harus baik dari usia dini.

Sikap kesopanan harus terbentuk dari anak sekolah minggu. Karakter anak harus baik dari Sekolah Minggu.

d. Kebun dan Beternak

Mengapa harus berkebun dan beternak. Dalam pembelajaran mendalam ada dimensi pembelajaran Mandiri. Kita tidak bisa memanjakkan anak tetapi arahkan mereka hidup bermandiri.

Minimal bisa berkebun sendiri, bisa pelihara ternak tanpa mengharapkan atau hidup menggantungkan ke orang lain.

e. Lapangan Olahraga

Di kampung, wajib ada lapangan olahraga. Agar anak-anak, pemuda dan masyarakat bisa berolahraga. Kampung harus hidupkan dengan berbagai jenis olahraga.

Olahraga juga bagian dari pengalaman belajar, juga menjaga kebugaran tubuh demi kesehatan kita. Karena dalam dimensi profil lulusan Pembelajaran Mendalam ada namanya Kewargaan, Kesehatan dan Olahraga.

Pada akhirnya bagaimana dengan pemanfaatan digital di Papua. Pembelajaran Mendalam tidak harus full online untuk pembelajarannya, pembelajaran offline masih berlaku. Ada banyak aplikasi yang kita ajarkan kepada anak-anak tanpa harus konek internet.

Tugas Guru saat ke Kota bagaimana materi-materi itu didownload sehingga ketika kembali ke sekolah dapat diajarkan secara offline dengan menggunakan digital.

3. Penutup

Pendekatan Pembelajaran Mendalam [Deep Learning], memang diambil untuk menghadapi era digital terutama era bonus demografi, Zaman Revolusi 4.0. Zaman dimana setiap orang berdigital dalam hidup. Meskipun demikian, mengingat Situasi dan kondisi Daerah Papua, Pendekatan Pembelajaran Mendalam harus berkontekstual Papua.

Arahkan anak, minimal karakternya baik dan sopan, punya komunikasi yang baik dengan siapa saja. Bisa pekerja keras atau mandiri dan bernalar kritis yang tinggi. Maka, kami meninggalkan beberapa catatan yang akan menjadi rekomendasi khusus adalah:

Pemda setempat wajib perhatikan kualifikasi, kompetensi dan kesejahteraan bagi guru;
b. Lestarikan bahasa Daerah dan mengajar sebagai muatan lokal di Sekolah;
c. Pemda wajib melengkapi fasilitas digital di Sekolah;
d. Wajib ada Honai Belajar di Sekolah.

Pendidikan menjadi kebutuhan utama, setiap orang wajib bersekolah. Sekolah atau tidak adalah harga diri. Sekolah yang ada di kampung mari kita jaga dan rawat dari pengrusakkan dan pencurian.

Setiap elemen dan stakeholder di kampung bangun kerja sama yang baik. Segera berkolaborasi setiap stakeholder bicarakan soal pentingnya pendidikan. Sekian dan terima kasih.

Penulis adalah mahasiswa pascasarjana pada program studi Teknologi Pendidikan di Universitas PGRI Adi Buana di Surabaya.

Post Views: 2,197
Previous Post

Ribuan Warga Papua Mengungsi, Ratusan Anak Putus Sekolah Akibat Konflik

Next Post

Teks “Jika Seorang Tidak Mau Bekerja, Janganlah Ia Makan,” (2tes 3:20), Dan Relevansinya Bagi Orang Papua

Redaksi

Redaksi

BERITA TERKAIT

Artikel Opini

Mama Yasinta Moiwend: di Antara Propaganda, Manipulasi, dan Pencarian Kebenaran

3 bulan ago
Artikel Opini

OPINI: Banyak Cara, Satu Merdeka

3 bulan ago
Artikel Opini

Sebuah Refleksi Kritis Terhadap DOB Moni dan Komodifikasi Gunung Egeida dan Blok Wabu

4 bulan ago
Artikel Opini

Polemik Pemekaran Kabupaten Moni: Antara Janji Pembangunan, Politik, Kekuasaan dan Ancaman Konflik Sosial di Papua Tengah

4 bulan ago
Artikel Opini

Pernyataan Sikap : Pemuda Katolik Komisariat Cabang di Dogiyai

5 bulan ago
Artikel Opini

Stop Jual Tanah: Tanah Tidak Dapat Bertambah Seperti Populasi Manusia

6 bulan ago
Next Post

Teks “Jika Seorang Tidak Mau Bekerja, Janganlah Ia Makan,” (2tes 3:20), Dan Relevansinya Bagi Orang Papua

Please login to join discussion

Papua

Alamat Redaksi

Jl. Trans Nabire-Ilaga KM 200, Kampung Mauwa, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.

Browse by Category

  • Artikel Opini
  • Berita
  • Hukum HAM
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Lingkungan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Papua
  • Pelosok
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Politik
  • Puisi
  • Ragam
  • Religi
  • Sastra
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Sosok/Tokoh
  • Startup
  • Surat Terbuka
  • Video
  • Wawancara
  • Redaksi
  • Tentang JNP
  • Hubung Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Jelata News Papua © 2026 All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok
  • Artikel Opini
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara

Hak Cipta Jelata News Papua © 2026 All rights reserved