PANIAI, JELATANEWSPAPUA.COM – TK Negeri Waikato Paapaa Aikai menggelar rapat kelas orang tua akhir semester bersama seluruh wali murid di lingkungan sekolah TK Negeri Waikato Paapaa Aikai, Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Jumat (29/05/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendukung proses pendidikan anak usia dini. Dalam rapat tersebut dibahas berbagai program pendidikan, perkembangan belajar siswa, hingga pentingnya pembentukan karakter anak sejak usia dini.

Kepala Sekolah TK Negeri Waikato Paapaa Aikai, Sadai Yeimo, S.T., berharap seluruh orang tua dapat terlibat aktif dalam mendukung pendidikan anak-anak mereka.
“Kegiatan ini penting untuk mempererat komunikasi antara guru dan orang tua agar proses belajar anak berjalan lebih baik,” ujar Sadai Yeimo.
Ia menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan pondasi utama dalam membentuk karakter, kemampuan belajar, serta masa depan anak sebelum melanjutkan ke jenjang Sekolah Dasar (SD).
Dalam kesempatan tersebut, Noakh Korwa selaku perwakilan UNICEF Australia dan Provinsi Papua yang bekerja sama dengan pemerintah daerah mengatakan bahwa pihaknya hadir untuk menjadi fasilitator antara pemerintah daerah, sekolah TK, SD, dan masyarakat dalam mengadvokasi serta memfasilitasi pendidikan masyarakat.
Menurutnya, perhatian terhadap kehidupan anak di lingkungan rumah maupun sekolah sangat penting untuk membentuk karakter dan perilaku anak sejak usia TK-PAUD.
“Kami datang dengan harapan besar agar orang tua benar-benar memperhatikan anak-anak mereka, mengantar mereka ke sekolah TK, lalu melanjutkan ke SD. Karena pendidikan paling dasar itu dimulai dari TK-PAUD,” ujarnya.

Ia juga meminta agar seluruh orang tua dapat bekerja sama dengan kepala sekolah demi meningkatkan kemampuan dan perkembangan anak-anak di wilayah Aikai.
Sementara itu, fasilitator II, Marselino Yogi, menyampaikan bahwa keberadaan TK Negeri Waikato Paapaa Aikai sangat membantu perkembangan ilmu pengetahuan dan pertumbuhan anak-anak usia dini di wilayah tersebut.
Menurutnya, apabila tidak ada lembaga TK-PAUD di sekitar lingkungan masyarakat, maka anak-anak dapat dengan mudah terpengaruh oleh perilaku negatif di lingkungan sekitar Kota Enarotali.
“Kami mengharapkan kepada seluruh orang tua bahwa dalam pertumbuhan anak, campur tangan orang tua itu sangat penting. Hampir 80 persen pertumbuhan anak akan mengikuti pengaruh lingkungan, baik pengaruh yang baik maupun buruk,” ujar Marselino Yogi saat menyampaikan materi presentasi.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan sekolah dan orang tua memiliki pengaruh besar terhadap pendidikan anak usia dini. Karena itu, ia meminta seluruh orang tua berperan aktif membimbing serta mengawasi perkembangan anak-anak mereka.
Dalam rapat tersebut, salah satu perwakilan orang tua murid, Ibu Ancelina Gobai, turut menyampaikan harapan kepada UNICEF Australia, Pemerintah Provinsi Papua, dan pemerintah daerah agar memperhatikan kebutuhan pendidikan masyarakat di wilayah Aikai.
Ibu Ancelina berharap pemerintah dapat menghadirkan program pendidikan nonformal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat agar masyarakat yang belum memiliki ijazah formal dapat memperoleh kesempatan pendidikan tanpa harus pergi jauh ke kota lain.
“Program Kegiatan Belajar Masyarakat adalah satuan pendidikan nonformal resmi yang diakui pemerintah. Kami masyarakat berharap agar anak-anak kami maupun masyarakat di Aikai bisa mengikuti program ini supaya tidak perlu pergi jauh-jauh,” ujarnya.
Rapat kelas orang tua tersebut juga menjadi wadah evaluasi dan koordinasi antara pihak sekolah dan orang tua terkait kebutuhan pendidikan, pembinaan karakter, serta perkembangan belajar siswa selama tahun ajaran berlangsung. (*)