PANIAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Pemerintah Kampung Abatadi, Distrik Aradide, Kabupaten Paniai, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Tahap I Tahun Anggaran 2026 kepada masyarakat penerima manfaat. Penyaluran berlangsung di Balai Kampung Abatadi pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Kepala Kampung Abatadi, Yulianus Muyapa, mengatakan besaran Dana Desa tahun ini mengalami penyesuaian dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, pemerintah kampung tetap berkomitmen menyalurkan bantuan kepada masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.
“Walaupun dana yang diterima tahun ini lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya, kami tetap membagikannya kepada masyarakat agar mereka dapat merasakan manfaat dari bantuan ini,” ujar Yulianus saat memberikan sambutan di hadapan masyarakat kampung Abatadi.
Selain menyalurkan BLT, Yulianus menegaskan bahwa honor atau gaji perangkat kampung tetap dibayarkan secara penuh tanpa pemotongan.
“Itu merupakan hak perangkat desa sehingga tidak ada pemotongan terhadap gaji mereka,” katanya.
Usai penyaluran BLT, pemerintah kampung bersama masyarakat melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan kantor desa. Kegiatan tersebut meliputi pemasangan pagar mengelilingi kantor desa serta penggantian daun seng yang telah rusak sebagai bagian dari upaya menjaga aset milik negara.
Dalam kesempatan itu, pemerintah kampung juga memberikan upah kepada warga yang terlibat dalam pekerjaan pembangunan dan pemeliharaan lingkungan kantor desa. Upah dibagi berdasarkan tiga kelompok kerja, yakni kelompok pertama menerima Rp600.000, kelompok kedua Rp500.000, dan kelompok ketiga Rp400.000 sesuai pembagian tugas yang telah ditetapkan.
Yulianus berharap seluruh program yang dijalankan melalui Dana Desa dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan kampung.
Program kerja pada Tahap I Tahun Anggaran 2026 di Kampung Abatadi salah satunya difokuskan pada pembangunan pagar yang mengelilingi kantor kampung sebagai bagian dari penataan fasilitas pemerintahan desa.
Reporter: Yus Yogi
Editor: Derek Kobepa